Showing posts with label school life. Show all posts
Showing posts with label school life. Show all posts

Wednesday, 17 September 2014

[#LayImagine] Run with Me

#Lay Imagine

"So, the task should be collected next week. Make sure that you have also make the lyrics. That's all for today.." said your teacher while walking out from the class. All of your friends already packed their bag and walked home. But you still on your seat with a pencil and a blank music sheet on the table. Confused with the task that your music's teacher gave.

"Ah jinjja. How can i do this if i don't have any inspiration?" you sighed and leaned your head on the table. Closed your eyes while hope something will come as your inspiration. Suddenly, you heard a loud BANG from the door. You bulged your eyes when you saw a chinese boy standing near the door with one of his hand still on the door knob. His face looks panic. You were about to ask something when he put his pointer finger on his lips. Asked you to be quiet. He walked slowly towards you then bowed. You have just realized that this boy is handsome yet cute.

"Mianhae.. i have to hide myself here. The girls.. they run after me.." he said and sat next to you. You were just nodding. Still thinking about the music task. Just then the girls that the boy meant before, seem passed your class as you heard : "where is he?" . "Lay gege!!" . "Zhang Yi Xing my baobei, where are you?!" . Then the silence came and dominated your classroom.

"You must be a new student here.. because i haven't seen you before.." you said while playing with your pencil. Then, you saw him stood up and bowed.

"My name is Zhang Yi Xing, but i preferred to call by Lay." he said while smiling. Showing his dimples. You suddenly feel your cheeks heated by the way he smiles.

"I'm (y/n). Nice to meet you.." you answered while smile widely. He then sat next to you again.

"You're doing your music task?" He asked you. You just nodding. "Mind if i help you? I think, you should play a musical instrument to get the note so you can arrange the melody.." he said while smiling. This boy knows a lot about music, you thought.

"May you do me a favor by teaching me how to compose a song?" you asked him shyly. You saw him nodding then held your hand towards the classroom door. He peeped through the key hole. Make sure that the girls has gone.

"Let's go. Let's run with me.." he said then pulled your hand and ran. You blushed when saw that he held your hand tightly.

When you two arrived at the music room, both of you sat near the piano. Lay sat in front of the piano and looked at you.

"Well, what's the song about?" He asked. You think for a while then answer him.

"It's about a girl that was sad because his boyfriend left her alone. He said to the girl that they will walk hand by hand through the trouble, but at the end, the boy left the girl alone." you sighed. Realized that the story is based on your true story in the past. You were about to shock when Lay suddenly stare deeply into your eyes.

"Is it your true story? I felt it when i look into your eyes.. i saw pain.. and sadness.." he said with one of his hand cupped your cheek. You were shocked with this sudden closeness. You sighed and nodded. "(Y/n), i don't know this is too fast or you might not believe this but i.. have fallen for you.."  he confessed. Make your heart beats multiple times faster. Just a second after that, his forehead touched yours. "I will run with you through the difficulties and trouble.. so, would you be mine?" he asked you quietly. You nodded as the respond. He smiled as he pecked your lips. You blushed for the hundreds times.

"We.. umm.. continue the task.. shall we?" You asked him awkwardly. He laughed a bit then nodded. You continued the task with his help. Those sentence, more than enough to assure you his a good guy. And yes, as he runs with you, you'll also run with him through troubles and difficulties. Zhang Yi Xing is now your 'running' partner, right?

~THE END~


Author's note :

So, i made this imagine because i'm stressed with a lot of tasks that the teachers gave. I want to start work  on the music task when suddenly 'Run' came up in my shuffled playlist. Then, I end up made this imagine instead of doing the music task. Kkkkk~

Sunday, 14 September 2014

Mon Amour

A fiction by himawarigurl21

Cast : Lee Hye Ra, Kang Hyuk Jin, bunch of OCs!

Genre : romance, school life, friendship

Rating : T

Length : Vignette

Disclaimer : Inspired by lots of song! Based on true story. Enjoy reading! Remember to leave me comments, okay~ ^^

======

"I lost my mind, the moment I saw you
Except you, everything get in slow motion
Tell me, if this is love"
EXO - What Is Love

&&&

"Aku ikut pesan apapun yang kau makan saja, Haneul-ah.. kau kan empunya acara.." ujar yeoja yang tengah berdiri di belakang yeoja yang namanya baru ia sebut.

"Uh. Geumanhae,Hyera-ah.. kau selalu bilang mengikuti aku saja, lalu kalau aku terjun ke jurang, kau ikut juga?" tanya Haneul mendelik sebal pada sahabatnya itu.

"Aniya. Aku tahu sahabatku tidak sebodoh itu, jadi takkan mungkin menjatuhkan diri ke jurang.." ujar Hyera polos disertai rangkulan di bahu Haneul. Sukses membuat yeoja yang dirangkul itu membisu. Entah apa yang harus ia katakan untuk menjawab sahabatnya.

"Ne, Hyera, ne! Kau menang.. hahaha.." kata Haneul tersenyum lebar. Jadilah ia mengalah pada sahabatnya yang satu itu.

Setelah tersenyum puas karena berhasil menang dari debat panjang bersama sahabatnya itu, Hyera mengedarkan pandangannya ke sekitar restoran berkonsep vintage itu. Matanya tak sengaja menangkap sosok yang tak asing. Sosok namja yang kini tengah duduk dengan earphone melekat di telinganya. Ia tahu pernah bertemu namja itu. Namun ia merasa.. ada sesuatu yang tak biasa dari namja itu. Ada sesuatu.. semacam magnet yang membuat matanya sulit berpaling dari namja itu.

Tidak. Bukan fisiknya. Ia tahu.. semacam.. kharisma?

=-=-=

Tahun ajaran baru membawa semangat tersendiri bagi murid-murid sekolah. Tak terkecuali yeoja berseragam dengan rambutnya yang diikat ekor kuda itu. Ia berjalan santai di koridor sekolah sambil menenteng tasnya yang sama sekali tak berat. Setelah menemukan namanya di daftar murid pada pintu kelas, ia masuk. Duduk di meja dekat jendela, baris kedua. Sesudah sempat bertukar sapa dengan beberapa teman lamanya, ia kembali diam. Merasa terasing. Ia bukan type orang yang mudah bergaul. Calon wali kelasnya masuk ke kelas itu. Ia menjadi pasif. Hari ini. Sepertinya hanya hari ini.

=-=-=

Sesi perkenalan seluruh anggota kelas, musyawarah pembagian organisasi kelas, keduanya selesai dilakukan. Kini saatnya pembagian jadwal piket. Semua murid begitu antusias. Hyera hanya memutar bola matanya malas. Apa yang menarik dari pembagian jadwal piket?, tanyanya dalam hati.

Namun, matanya sukses terbelalak besar setelah memandang papan tulis. Ia tahu namanya tertera di kolom piket hari Jumat. Namun bukan itu yang membuatnya terbelalak. Ia menemukan nama seseorang yang sungguh sangat tak ia sadari. Selesai membaca nama itu, ia membiarkan matanya menjelajah mencari sosok yang ia maksud. Setelah menemukannya, ia menghela nafas. Satu kelas dengan musuhnya-sebenarnya ia sendiri tak tahu kenapa ia bermusuhan dengan namja itu-membuatnya merasa malas. Jadilah ia negative thinking sebelum waktunya.

&&&

"It must be L.O.V.E
200 percent sure of that
I want you really I mean really
Really, I like you and my reddening face proves that"
Akdong Musician - 200%

&&&

Punya sahabat populer terasa sulit luar biasa. Harus menjadi konsultan saat sahabatnya, Ahyoung, baru saja mendengar pernyataan cinta dari seorang namja. Itulah yang dialami Hyera. Ia hanya bisa menenangkan dirinya sendiri acap kali mendengar curahan hati sahabatnya yang terkadang agak lama tanggap. Namun, kalau ternyata mantan namja chingu sahabatnya itu malah berbalik menyatakan cinta padanya, sama sekali tak pernah terlintas di benak Hyera. Tapi itu yang terjadi. Seorang namja yang notabene nya adalah mantan namja chingu Ahyoung, sebut saja Jaekyung(?), menyatakan cinta padanya.

Sialnya lagi! Dia menerimanya! Ia pikir namja itu setia. Ternyata? Genap 1 bulan 16 hari hubungan mereka, Jaekyung memutuskan hubungannya dengan Hyera. Dan sebenarnya, Hyera masih merutuki dirinya sendiri. Mengapa ia menangis waktu itu? Buang-buang waktu saja.

[END OF PROLOGUE]

&&&&

Mon Amour : the story has just begun

*this part would be written in 1st POV. But i'll also put some songs' lyrics. ^^

&&&&

"Hey, boy!
You make me feel like weak girl
Don't worry baby
Now I'm falling love with you"
Girl's Day - Twinkle Twinkle

&&&&

Aku sudah cukup membuang air mataku untuk menangisi namja seperti Jaekyung. Aish.. geu namja! Lihat saja! Karma does exist. Aku melangkah menuju ruang tari sekolahku. Ruangan cukup lebar dengan dinding berlapis cermin itu adalah tempat dimana semua anak, terutama yeoja, mengembangkan bakat menari mereka. Namun, jangan berpikir aku salah satu dari mereka, ne? Bakatku bukan menari. Aku tahu itu. Aku menari hanya untuk melampiaskan kekesalan. Percayalah.

Aku tengah menyukai sebuah lagu yang bisa dibilang agak slow, tapi masih bertempo untuk dibuat koreografinya. Aku memutar musik itu dari ponselku dan mulai menari. Ah ya, aku memaksakan diriku untuk menghafal koreografinya. Demi pelampiasan.

Lewat pantulan di cermin, aku melihat pegangan pintu ruangan itu bergerak ke bawah. Aku bergegas mematikan musiknya. Hening. Tak ada siapapun yang datang. Aku menyalakan musiknya lagi dan mulai menari.

Tak terasa, musik sudah berhenti. Saat aku melihat ke cermin, entah sejak kapan, aku melihat seorang namja tengah berdiri di sana. Tatapan mata kami bertemu di pantulan cermin. Itu dia. Musuh (tanpa alasan) ku. Oh ya, aku mendeklarasikan bahwa kami ini musuh semenjak dia mendaratkan tamparan di atas pipiku hanya karena aku mengejeknya. Aku bergegas membereskan semua barangku. Sesampainya di depan pintu, aku berbalik menatapnya.

"Gunakanlah ruangan ini kalau memang ini saatmu berlatih. Aku permisi dulu.." ucapku bergegas keluar tanpa menunggu jawabnya. Aku tak langsung beranjak. Aku masih berdiri dan bersandar di pintu ruangan itu. Samar, aku mendengar dentuman musik dari dalam. Benar. Dia berlatih. Aku hanya menghela nafas dan berjalan pulang. Kalau aku tak punya alasan mengapa aku bermusuhan dengannya, apa aku perlu alasan untuk menjadi lebih dekat dengannya?

&&&&

"Oh my, is it okay for me to be like this?  Lost my mind
I’m falling for you, I must have lost my mind"
2NE1 - Falling in Love

&&&&

Hari-hariku setelahnya menjadi jauh lebih berwarna. Aku tak perlu ragu untuk menyebut namanya lagi. Akan kusebut dengan bangga, bahwa seorang Kang Hyuk Jin, bukanlah musuhku lagi.

Lalu, apakah saat ia membantuku menyusun rangkaian listrik, tertawa bersama walau bukan pada saatnya, membicarakan hal konyol, apa itu semua yang dilakukan musuh? Sama sekali bukan!

Dia punya selera musik yang sama denganku. Dia punya hobi dan bakat yang luar biasa. Kami menjadi semakin dekat secara perlahan namun pasti.

Entah mengapa, aku mulai merasa hal aneh. Hatiku selalu berdesir saat bersamanya. Aku merasa nyaman berada di dekatnya. Apa.. aku jatuh cinta? Aku tak berani mengungkapkan semuanya terlebih dahulu. Masa lalu tentang hubungan yang tak berjalan mulus membuatku lebih berjaga-jaga. Mengambil waktu cukup lama untuk menjadi pengamat lingkungannya.

Tapi.. semua sikap 'abaikan-perasaan-sendiri-utamakan-pengamatan' ku runtuh setelah benar-benar melihatnya menari di depanku. Aku bahkan tak bisa berhenti menutup mulutku dengan kedua telapak tanganku. Lantas aku berteriak pelan di antara kedua telapak tanganku. Berdecak kagum dan bertepuk tangan kala penampilannya selesai. Dan aku selalu tersenyum, setiap kali aku menutup mata dan membayangkan semuanya. Ah jinjja! Namja itu sudah merenggut tempat di benakku!
&&&&

"I couldn’t tell you how I felt back then
because I was so shy
I want you too now oooh uh
You, you"
Girl's Day - Don't Forget Me

&&&&

Dan.. percaya atau tidak? Beberapa bulan setelahnya, ia menyatakan perasaannya padaku. Jelas aku menerimanya! Aku bahagia..

Walau ia sempat membuatku merasa telah diangkat tinggi-tinggi, kemudian dihempaskan kembali ke bumi.

Tapi entah kenapa, walaupun jujur hatiku sakit, perasaanku padanya tak pernah luntur. Terkadang aku berdoa dan memohon, agar Tuhan melenyapkan perasaanku padanya dan membiarkannya bahagia dengan siapapun yang ia sukai. Namun perasaan itu tak kunjung lenyap pula.

Tapi siapa sangka bahwa akhirnya ia kembali lagi, tepat saat aku sudah benar-benar kelelahan menunggu dan kehilangan harapan. Aku hanya bisa tersenyum saat ia kembali. Tak ada sambutan. Tak ada ucapan 'selamat datang kembali'. Hanya menatapnya sendu. Menatapnya lelah. Dalam hati, aku berteriak keras, "kau kembali saat kau lelah? Kau pikir aku ini tempat peristirahatan?!" . Tapi hati nuraniku berbisik lembut namun cukup untuk membuatku terpengaruh. "Kau pikir perasaan itu topeng? Tak ada gunanya menutupi. Wajah aslimu suatu saat nanti pasti akan terlihat juga."

&&&&

“Especially for you
I wanna let you know what I was going through
All the time we were apart
I thought you
You’re in my heart
My love never changed
I still feel the same”
Mymp – Especially You

&&&&

Setiap saat, aku selalu memikirkannya. Aku sudah pernah menyukai beberapa namja-setidaknya ada 4-selama hidupku, namun tak ada yang membuatku jadi seperti ini. Aku love sick. Moodku jadi seperti roller coaster. Terkadang aku melambung tinggi. Merasa seperti melayang saat ia berada di dekatku. Namun terkadang turun dengan curam ke dasar saat hatiku dipenuhi rasa khawatir yang luar biasa. Dan aku baru menyadari sesuatu saat aku menyukainya, bahwa aku agak.. ehm.. posesif? Aku mulai berkecimpung ke dunia sastra. Menjadikan cerita dan puisi yang kubuat sebagai curahan hati. Ya percaya atau tidak, sebagian besar karya sastra yang kubuat beralaskan perasaan dan kisah nyata. Tapi ya.. untuk membuat pembaca berhasil membayangkan cerita berdasarkan genrenya, aku harus sedikit ‘meliarkan’ imajinasiku. Dibanding dengan semua genre, jujur, yang benar-benar menyita imajinasiku adalah genre romance.
Setiap kali aku membuat genre romance, aku selalu membayangkan bahwa seorang Kang Hyuk Jin adalah main cast namjanya. Terkadang aku tersenyum sendiri saat mulai mengetik atau menulis hasil imajinasi ‘liar’ ku itu. Tapi tak pernah terpikir olehku, bahwa dari sejuta adegan romance yang pernah kupikirkan, akan ada satu yang menjadi kenyataan.

Yaitu.. ia memelukku. Bukan hanya sekali! Tapi dua kali!

&&&&

“Once I look at you, I want to see you two more times
When I look at you two and three times, I want to hug you more
I can’t forget the soft touch, my face blushes
It’s so lovely lovely, I like you more and more”
A Pink – Mr. Chu

&&&&

Tak ada angin, tak ada hujan-well sebenarnya waktu itu agak mendung, abaikan- aku memutuskan untuk bertemu dengannya. Kami berjalan sambil beberapa kali bercakap-cakap. Kami melewati sebuah jalan kecil. Aku memilih jalan itu karena jauh lebih dekat. Hening melingkupi kami sejak pertama berjalan lewat jalan itu.

Tap. Tap. Tap.

Aku menengok ke belakang. Ia berada tepat di belakangku.

Tap.Tap.Tap.

Kini ia berjalan di sebelahku.

Tap

Aku merasa ada yang menyentuh pundakku. Aku menoleh melihat tangan itu. Tangannya.

....

Sedetik kemudian, aku tersadar. Kang Hyuk Jin tengah memelukku. Lalu aku sadar, lengannya melewati tulang selangkaku. Aku tercekik!
Aku menyingkirkan lengannya pelan. Tapi sungguh aku tercekik saat itu. Meski tercekik, aku tetap bisa tersenyum lebar saat mengingat-ingat saat itu. Tak terlupakan. Benar-benar tak terlupakan.

=-=-

Lalu, kesempatan lain. Aku baru saja pulang sekolah. Kebetulan saat itu tujuan kami searah. Aku memutuskan untuk pulang ke rumahku. Waktu itu ia belum dijemput, jadilah aku mengajaknya berkunjung(?) ke rumahku. Pertama, dia melihat-lihat koleksi burung peliharaan pamanku.
Kedua, dia duduk di sofa tempat aku duduk.
.
.
.
Ketiga, dia bergeser mendekatiku.
.
.
.
Keempat, de javu! Dia memelukku. Lagi. Kali ini lebih lembut. Aku merasa tenang dalam peluknya. Aku pikir pelukan seseorang bisa membuat hati tenang adalah sebuah mitos dan fiktif yang dibuat oleh para pendongeng sebagai bumbu ‘pemanis cerita’. Ternyata.. aku merasakannya sendiri. Aku benar-benar merasa tenang, setenang dalam pelukan eommaku-tolong abaikan, tapi ada benarnya juga.-

&&&&

“All I wanna do is just be with you
Even if time passes by, don’t fade away
Hold on to this moment
This is what I’ve been waiting”
2NE1 – Be Mine

&&&&

Uh well. Kalau para pujangga berkata bahwa cinta itu terkadang membingungkan dan sulit ditebak, itu benar! Bayangkan. Bagaimana mungkin dua orang yang bermusuhan, bisa menjadi dekat bahkan berhubungan? Entahlah. Aku tak mengerti. Namun aku bersyukur mempunyai seorang Kang Hyuk Jin bersamaku. Namja yang dulu saling bertukar ejekan denganku. Namja yang membantuku menyusun pararel listrik. Namja yang memiliki segudang bakat. Namja yang membuatku merasa tenang setiap kali bersamanya. Ya itulah dia. Jeongmal saranghaeyo, Kang
Hyuk Jin♥

&&&&

“I love you, I love you
All day, I keep thinking about you
All day, I just stare at my phone that’s not ringing
At thoughts of you, I can’t go to sleep at night
I think of you with the moonlight and I confess my heart”

2NE1 – I Love You

&&&&

Fin

Thursday, 31 July 2014

[Imagine] Rabbits and The Rain



Rabbits & The Rain

An imagine by himawarigurl21
Cast(s) : you as (y/n), your bias as (yb), etc.
Genre : romance, school life
Rating : T
Length : ficlet.
Disclaimer : i own nothing in this imagine except the plot. Inspired by one of my live wallpaper(?). 3rd POV Enjoy reading! ^^
≈≈
"Cause rain isn't that bad."

≈≈

"Ahh selesai~" ucapmu lega setelah menuangkan makanan ke tempat makan di salah satu kandang kelinci. Kau bekerja di salah satu pet shop dekat rumahmu. Ya hanya untuk kerja sambilan saat kau libur. Selain kau memang penyayang binatang, kau juga melakukan ini agar kau punya penghasilan sendiri yang upahnya bisa menjadi uang sakumu pribadi.

"(y/n)-ssi, kau sudah selesai?" tanya seorang ahjussi dengan kacamata yang melorot sampai ke dekat ujung hidung. Ahjussi itu adalah pemilik pet shop ini. Beliau adalah orang yang sudah kau anggap sebagai pamanmu sendiri karena dia dekat denganmu.

"Ne, ahjussi.. aku baru saja selesai.." ucapmu tersenyum. Kau membenahi kandang kelinci itu sekali lagi.

"Baguslah.. setelah ini, kau makan siang dulu. Kau menunda makan siangmu demi kelinci-kelinci itu.." kata ahjussi itu dengan nada khawatir seperti seorang ayah yang tahu bahwa anaknya belum makan.

"Ne ahjussi.. sebentar lagi aku akan istirahat.." ucapmu tersenyum lembut. Memaklumi sikap ahjussi itu. Mengingat ia sangat menginginkan seorang putri. Namun apa daya, Sang Maha Kuasa menghendaki beliau memiliki dua orang putra yang kini bersekolah di luar negeri.

Tak lama setelah ahjussi kembali ke ruang kerjanya, terdengar suara lonceng. Lonceng yang dipasang di dekat pintu masuk itu berbunyi bila ada yang membuka pintu. Kau lantas menengok. Mendapati seorang namja tengah menggendong seekor anjing kecil berjenis Pommerian mendekat ke meja kasir. Kau berjalan ke kasir.

"Annyeonghaseyo, ada yang bisa saya bantu?" tanyamu formal pada namja itu. Alih-alih mendengar jawaban namja itu, kau mendapati sepasang mata coklat tua milik namja itu tengah menatapmu lekat-lekat.

"Ehmm.. aku ingin melakukan grooming dan berbelanja beberapa dog food untuk anjingku ini.." kata namja itu tersenyum canggung. Ia mengelus kepala anjing dalam pelukannya. Kau tersenyum lembut melihat betapa namja itu sangat menyayangi peliharaannya.

"Baiklah.. chamkamman.." ucapmu menggendong anjing kecil milik namja itu ke bagian grooming. Kemudian kembali lagi untuk melayani namja itu. "Dog food jenis apa yang anda cari, tuan?" tanyamu sambil berjalan pelan ke rak dimana dog food disimpan. Namja itu mengikutimu.

"Ehmm.. kurasa yang mengandung hati sapi..dan tolong jangan panggil aku dengan sebutan 'tuan'. Oh Se Hun imnida.." ucap namja itu dengan nada ramah setengah protes. Kau tersenyum dan menatapnya.

"Mianhamnida, (yb)-ssi.." ucapmu lalu membungkuk. Kau mulai mencari dog food yang diinginkan oleh (yb).

"Kau terlihat sangat lihai dan tangkas. Sepertinya kau sudah cukup lama bekerja di sini ne, (y/n)-ssi?" tanya (yb) membuat aktifitas memilahmu berhenti sejenak. Dari mana ia tahu namamu? Kau nyaris akan bertanya, ketika sadar bahwa nametag berukir namamu tersemat di sebelah kanan atas apronmu.

"Ah ya.. begitulah. Aku menyukai binatang. Dan aku berusaha memperlakukan mereka sebagai sahabat. Jadi kalau sahabatku lapar, tak mungkin aku menunda untuk memberinya makan karena tak tahu makanan yang cocok untuknya.." jelasmu dengan nada ramah. (yb) mengangguk dan tersenyum kecil. Kau melihat senyumnya. Walau hanya senyum kecil, itu senyum yang menghangatkan. Sebelum pipimu bersemu di depannya-yang notabenenya adalah konsumenmu-, kau menyerahkan dog food itu padanya. "(yb)-ssi, ini dog foodnya. Dan grooming akan selesai sekitar 2 jam lagi.." ucapmu berusaha senormal mungkin. Kau menggiringnya ke meja kasir.

"Gomawo, (y/n)-ssi.. aku akan kembali untuk mengambil Danchoo nanti.." katanya tersenyum lagi. Ia menyodorkan uangnya. Baru kau akan memberinya kembalian, (yb) sudah pergi.

"Ah jinjja otte? Dia akan kembali bukan? Aku berikan nanti saja.." ucapmu pelan. Kau menaruh kembalian itu di mesin kasir. Lalu kau pergi ke pantry kecil di pet shop itu. Menyantap makan siangmu yang sedari tadi tertunda.

≈≈

Dua jam kemudian, kau mengeringkan Danchoo dengan handuk sambil menunggu (yb) datang. Tak lama, majikan Danchoo datang. Ia tersenyum melihatmu tengah menggendong Danchoo. Namja itu memakai pakaian yang berbeda. Saat datang tadi, ia hanya menggunakan kaus putih polos dengan celana panjang biru dan sneakers hitam. Kini ia terlihat lebih santai. Dengan sweater biru dengan celana khaki selutut dan sneakers putih yang membuatnya terlihat lebih cerah.

"(yb)-ssi, ini Danchoo. Dia anjing yang sangat baik dan lucu." komentarmu sambil menyerahkan Danchoo pada (yb). Namja itu terkekeh kecil.

"Gomawo sudah merawatnya dengan baik selama 2 jam ini, (y/n)-ssi.." katanya tersenyum padamu. Senyum yang jauh lebih hangat. Jauh lebih manis. Dan.. jauh lebih mendesak semburat merah di pipimu untuk muncul.

"Oh ya, kembalianmu untuk dog food dan grooming.." ucapmu menyerahkan kembalian itu pada (yb). (yb) menggeleng pelan.

"Ambil saja kembaliannya untukmu.." ucapnya pelan namun pasti. "Aku pulang dulu ne, (y/n)-ssi.. sampai jumpa.." katanya tersenyum.

"Annyeong, (yb)-ssi.. kembali lagi lain kali.." kataku membungkuk. Sampai jumpa? Dia akan ke sini? Syukurlah. Pet shop ini akan punya pelanggan tetap, pikirmu.

≈≈

Esok paginya, kau terbangun karena suara ponselmu yang berdering singkat. Ada pesan masuk. Pesan itu dari ahjussi di pet shop. Katanya kau harus datang ke pet shop 1 jam lebih awal. Ada pekerja baru. Kau menghela nafas lalu bersiap-siap pergi ke pet shop.

≈≈

"(Y/n)-ssi, pekerja baru itu akan tiba 15 menit lagi.." kata ahjussi menenangkanmu yang sedari tadi tampak gelisah menunggu pekerja baru itu. Ya, siapa yang tak kesal kalau sedang tidur, lalu harus bangun karena harus datang bekerja 1 jam lebih awal akibat ada pekerja baru. Dan kini? Pekerja baru itu bahkan terlambat pada hari perdananya! Suara ketukan pintu ruangan ahjussi bergema. Tak lama sosok namja muncul di balik pintu. Kau terbelalak.

"Se.. (yb)-ssi?!" ucapmu terkejut.

"Annyeonghaseyo, (y-n)-ssi.. ahjussi.." ucap (yb) membungkuk penuh.

"Kalian sudah saling kenal? Baguslah.. silahkan mulai bekerja. Semoga kau menyukai pekerjaan ini, (yb)-ssi.." ucap ahjussi tersenyum lalu kau dan (yb) berjalan keluar ruangan ahjussi.

"Bagaimana bisa.. kau kemarin.." ucapmu terlalu terkejut sampai tak mampu menyelesaikan kalimatmu.

"Songsaenim, kapan aku bisa mulai pelatihan?" tanya (yb) dengan nada polos. Membuatmu ingin menepuk dahimu sekeras mungkin.

"Cukup panggil aku (y/n). Jangan panggil songsaenim, aku tidak setua itu.." ucapmu santai kemudian berjalan ke rak-rak aksesoris anjing dan kucing dengan (yb) yang mengekorimu. Kekehan namja itu terdengar samar di telingamu. Ah.. jinjja..

≈≈

"Ini adalah kandang kelinci yang masih kecil. Kau tak boleh keliru memberikan makanan pada mereka. Bayi kelinci tak boleh diberi pet food di sana.." ucapmu menunjuk toples di ujung rak. "Kau harus memberi makan mereka dengan pet food yang ini.." ucapmu berusaha meraih toples berisi pet food di atas kepalamu. Sialnya, toples itu tergelincir dan menghantam kepalamu mentah-mentah. Kau mengusap kepalamu berulang-ulang. Rasa sakit tertimpa pet food 2kg baru saja merayapi kepalamu. Lalu kau merasa ada tangan lain yang mengusap kepalamu.

"Gwenchanayo? Mengapa bisa jatuh?" suara (yb) bergema di telingamu. Kau menatap tangan (yb) yang tengah mengusap kepalamu. Seketika, canggung datang menghampiri.

"Aniyo.. tanganku basah tadi.. mari kita lanjutkan.." katamu menyingkirkan tangan (yb) pelan. (yb) tersenyum jahil.

"Kau gugup ya? Karena ada aku?" tanyanya percaya diri. Kau mendengus pelan dan meninggalkannya. Walau tak bisa dipungkiri, bahwa hal itu 100% benar!

"Ini rak tempat aksesoris seperti tali kekang dan sepatu khusus anjing dan kucing. Semuanya ada di atas toples kaca itu.." tuturmu menunjuk toples kaca di atas rak.

"Di toples itu? Ahh kyeowoo~ ukurannya sangat kecil. Benar-benar lucu.." komentar (yb) tersenyum lembut. Namun, ia tak sengaja menyenggol rak itu. Menyebabkan toples kaca itu tergelincir. Kau sudah menutup matamu. Pasrah menerima kenyataan bahwa kepalamu akan terkena pecahan kaca. Namun, alih-alih merasakan sakitnya tertusuk pecahan kaca, kau merasakan hembusan hangat tepat di depan wajahmu. Ketika kau membuka mata, (yb) ada di sana.

Wajahnya berada beberapa centi di depan ujung hidungmu. Tangan kanannya berada di punggungmu. Dan tangan kirinya menggenggam toples kaca yang tadi nyaris mendarat bebas di atas kepalamu. Dengan keadaan seperti itu, semburat merah di pipimu jelas tak terkendali lagi. Muncullah mereka menghangatkan pipimu.

"Mianhae.. aku nyaris membahayakanmu.. gwenchana, (y/n)-ah?" tanyanya masih dengan posisi yang sama. Bagaimana bisa gwenchana kalau jarakmu dan (yb) sedekat ini? Kau bahkan bisa mendengar detak jantungmu hingga ke telinga tanpa bantuan stetoskop!

"Gwenchana.. gomawo sudah menyelamatkanku.. sungguh.. gamsahamnida.." ucapmu tertunduk. Membayangkan apa yang terjadi kalau (yb) tidak menangkap toples kaca itu tepat waktu. Dan well.. memelukmu tepat waktu juga.

"Aniya.. ini salahku.. mianhaeyo.." ucapnya menaruh toples itu di tempatnya, lalu membungkuk padamu. Kau menatapnya iba.

"Aniya.. sudahlah.. hal terpenting adalah kini tak ada yang terluka.. kajja kita lanjutkan.." ucapmu tersenyum kemudian menghela (yb) ke tempat kelinci yang tadi penjelasannya tertunda.

≈≈

Hari ini terasa lebih panjang. Tapi kini jam kerja sudah berakhir. Kau membereskan barang-barangmu dan bersiap untuk pulang. Namun sepertinya langit menghendakimu diam di pet shop karena ia menurunkan air matanya dengan deras. Kau tak membawa payung. Dan menunda pulang karena hujan adalah hal paling buruk menurutmu. Kau menghela nafas dan mengunjungi kandang kelinci. Tempat favoritmu. Di kandang itu terdapat kelinci abu-abu dan putih. Mereka sepasang. Kau tersenyum melihat mereka makan satu tempat berdua.

"Kelinci yang lucu.." ucap seseorang membuatmu berbalik. (yb) berdiri dengan dua gelas kertas di tangannya. Ia menyodorkanmu salah satu dari gelas itu. Dari aromanya, kau bisa yakin bahwa isi gelas itu adalah coklat panas. Kau menerimanya dan tersenyum.

"Gomawo (yb)-ssi.." ucapmu sambil berdiri di sebelahnya. Kau meniup cairan coklat itu perlahan. Kemudian menyesapnya sedikit.

"Lihatlah.. apa yang mereka lakukan?" kata (yb). Kau menengok ke arah kandang kelinci itu. Dua kelinci penghuni kandang tengah berdekatan. Si kelinci abu-abu tampak tengah 'mengecup' moncong si kelinci putih. Kau nyaris tersedak.

"Oh.. mereka hanya sedang bermain.." ucapmu ragu. Sangat canggung mengingat kau dan (yb) seperti sedang melihat pemandangan dua kelinci yang berciuman. Sebelum bahasan ini lebih jauh, kau memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan. "Coklat ini cukup pahit.. apa ini dark chocolate?" tanyamu polos.

"Aniya.. itu 50% coklat dan 50% hazelnut. Wae? Kurang manis ya?" tanyanya ragu. Kau mengangguk ragu. (yb) menyesap coklatnya lalu mendekat padamu. Kau mundur teratur. Hingga benda keras bernama dinding menghentikan langkahmu, dan..

(yb) mengecup bibirmu. Ia berusaha menyatukan coklat dalam mulutnya dan bibirmu. Kau mengutuk dirimu sendiri. Mengapa dia bisa dengan santainya menutup mata sementara kau terkejut bukan main. Tapi lembutnya apa yang ada di bibirmu tak bisa disangkal. Lantas kau ikut terlarut dalam kecupan itu. Hingga (yb) melepasnya dan tersenyum.

"Rasa coklatnya manis kalau dipadukan dengan bibirmu.." ucapnya mengedipkan sebelah mata. Semakin membuat pipimu bersemu. "Kau tahu alasanku bekerja di sini apa? Itu karena kau. Semenjak bertemu kemarin, kau sudah punya segalanya. Wajah cantik, sifat peduli binatang, lucu, lemah lembut, dan keibuan. Aku benar-benar mendambakan yeoja seperti itu. Dan kau hadir membuatku tersenyum karena sadar kaulah yang kucari.." katanya tersenyum lembut. Ia menaruh gelas kertasnya di meja terdekat. Lalu menggenggam tanganmu lembut. "Would you be mine?" tanyanya pelan tapi pasti. Kau terkejut. Hanya dalam waktu sehari? Tapi tak bisa disangkal juga bahwa kau menyukainya. Bahkan saat ia hanya tersenyum. Kau tersenyum dan mengangguk. Ia memelukmu hangat.

"Gomawo (y/n)-ah.. saranghae. Mari kita menjadi perawat yang bersahabat dengan para hewan." katanya terkekeh. Ia berjongkok di depan kandang kelinci putih dan abu-abu tadi. "Gomawo ya, rabbit couple. Karenamu, aku jadi bisa mengungkapkan perasaanku.." katanya tersenyum polos. Aku tertawa kecil. Setidaknya aku bisa mengubah asumsiku.

Hujan tidak seburuk yang kubayangkan.

THE END