Sunday, 14 September 2014

Mon Amour

A fiction by himawarigurl21

Cast : Lee Hye Ra, Kang Hyuk Jin, bunch of OCs!

Genre : romance, school life, friendship

Rating : T

Length : Vignette

Disclaimer : Inspired by lots of song! Based on true story. Enjoy reading! Remember to leave me comments, okay~ ^^

======

"I lost my mind, the moment I saw you
Except you, everything get in slow motion
Tell me, if this is love"
EXO - What Is Love

&&&

"Aku ikut pesan apapun yang kau makan saja, Haneul-ah.. kau kan empunya acara.." ujar yeoja yang tengah berdiri di belakang yeoja yang namanya baru ia sebut.

"Uh. Geumanhae,Hyera-ah.. kau selalu bilang mengikuti aku saja, lalu kalau aku terjun ke jurang, kau ikut juga?" tanya Haneul mendelik sebal pada sahabatnya itu.

"Aniya. Aku tahu sahabatku tidak sebodoh itu, jadi takkan mungkin menjatuhkan diri ke jurang.." ujar Hyera polos disertai rangkulan di bahu Haneul. Sukses membuat yeoja yang dirangkul itu membisu. Entah apa yang harus ia katakan untuk menjawab sahabatnya.

"Ne, Hyera, ne! Kau menang.. hahaha.." kata Haneul tersenyum lebar. Jadilah ia mengalah pada sahabatnya yang satu itu.

Setelah tersenyum puas karena berhasil menang dari debat panjang bersama sahabatnya itu, Hyera mengedarkan pandangannya ke sekitar restoran berkonsep vintage itu. Matanya tak sengaja menangkap sosok yang tak asing. Sosok namja yang kini tengah duduk dengan earphone melekat di telinganya. Ia tahu pernah bertemu namja itu. Namun ia merasa.. ada sesuatu yang tak biasa dari namja itu. Ada sesuatu.. semacam magnet yang membuat matanya sulit berpaling dari namja itu.

Tidak. Bukan fisiknya. Ia tahu.. semacam.. kharisma?

=-=-=

Tahun ajaran baru membawa semangat tersendiri bagi murid-murid sekolah. Tak terkecuali yeoja berseragam dengan rambutnya yang diikat ekor kuda itu. Ia berjalan santai di koridor sekolah sambil menenteng tasnya yang sama sekali tak berat. Setelah menemukan namanya di daftar murid pada pintu kelas, ia masuk. Duduk di meja dekat jendela, baris kedua. Sesudah sempat bertukar sapa dengan beberapa teman lamanya, ia kembali diam. Merasa terasing. Ia bukan type orang yang mudah bergaul. Calon wali kelasnya masuk ke kelas itu. Ia menjadi pasif. Hari ini. Sepertinya hanya hari ini.

=-=-=

Sesi perkenalan seluruh anggota kelas, musyawarah pembagian organisasi kelas, keduanya selesai dilakukan. Kini saatnya pembagian jadwal piket. Semua murid begitu antusias. Hyera hanya memutar bola matanya malas. Apa yang menarik dari pembagian jadwal piket?, tanyanya dalam hati.

Namun, matanya sukses terbelalak besar setelah memandang papan tulis. Ia tahu namanya tertera di kolom piket hari Jumat. Namun bukan itu yang membuatnya terbelalak. Ia menemukan nama seseorang yang sungguh sangat tak ia sadari. Selesai membaca nama itu, ia membiarkan matanya menjelajah mencari sosok yang ia maksud. Setelah menemukannya, ia menghela nafas. Satu kelas dengan musuhnya-sebenarnya ia sendiri tak tahu kenapa ia bermusuhan dengan namja itu-membuatnya merasa malas. Jadilah ia negative thinking sebelum waktunya.

&&&

"It must be L.O.V.E
200 percent sure of that
I want you really I mean really
Really, I like you and my reddening face proves that"
Akdong Musician - 200%

&&&

Punya sahabat populer terasa sulit luar biasa. Harus menjadi konsultan saat sahabatnya, Ahyoung, baru saja mendengar pernyataan cinta dari seorang namja. Itulah yang dialami Hyera. Ia hanya bisa menenangkan dirinya sendiri acap kali mendengar curahan hati sahabatnya yang terkadang agak lama tanggap. Namun, kalau ternyata mantan namja chingu sahabatnya itu malah berbalik menyatakan cinta padanya, sama sekali tak pernah terlintas di benak Hyera. Tapi itu yang terjadi. Seorang namja yang notabene nya adalah mantan namja chingu Ahyoung, sebut saja Jaekyung(?), menyatakan cinta padanya.

Sialnya lagi! Dia menerimanya! Ia pikir namja itu setia. Ternyata? Genap 1 bulan 16 hari hubungan mereka, Jaekyung memutuskan hubungannya dengan Hyera. Dan sebenarnya, Hyera masih merutuki dirinya sendiri. Mengapa ia menangis waktu itu? Buang-buang waktu saja.

[END OF PROLOGUE]

&&&&

Mon Amour : the story has just begun

*this part would be written in 1st POV. But i'll also put some songs' lyrics. ^^

&&&&

"Hey, boy!
You make me feel like weak girl
Don't worry baby
Now I'm falling love with you"
Girl's Day - Twinkle Twinkle

&&&&

Aku sudah cukup membuang air mataku untuk menangisi namja seperti Jaekyung. Aish.. geu namja! Lihat saja! Karma does exist. Aku melangkah menuju ruang tari sekolahku. Ruangan cukup lebar dengan dinding berlapis cermin itu adalah tempat dimana semua anak, terutama yeoja, mengembangkan bakat menari mereka. Namun, jangan berpikir aku salah satu dari mereka, ne? Bakatku bukan menari. Aku tahu itu. Aku menari hanya untuk melampiaskan kekesalan. Percayalah.

Aku tengah menyukai sebuah lagu yang bisa dibilang agak slow, tapi masih bertempo untuk dibuat koreografinya. Aku memutar musik itu dari ponselku dan mulai menari. Ah ya, aku memaksakan diriku untuk menghafal koreografinya. Demi pelampiasan.

Lewat pantulan di cermin, aku melihat pegangan pintu ruangan itu bergerak ke bawah. Aku bergegas mematikan musiknya. Hening. Tak ada siapapun yang datang. Aku menyalakan musiknya lagi dan mulai menari.

Tak terasa, musik sudah berhenti. Saat aku melihat ke cermin, entah sejak kapan, aku melihat seorang namja tengah berdiri di sana. Tatapan mata kami bertemu di pantulan cermin. Itu dia. Musuh (tanpa alasan) ku. Oh ya, aku mendeklarasikan bahwa kami ini musuh semenjak dia mendaratkan tamparan di atas pipiku hanya karena aku mengejeknya. Aku bergegas membereskan semua barangku. Sesampainya di depan pintu, aku berbalik menatapnya.

"Gunakanlah ruangan ini kalau memang ini saatmu berlatih. Aku permisi dulu.." ucapku bergegas keluar tanpa menunggu jawabnya. Aku tak langsung beranjak. Aku masih berdiri dan bersandar di pintu ruangan itu. Samar, aku mendengar dentuman musik dari dalam. Benar. Dia berlatih. Aku hanya menghela nafas dan berjalan pulang. Kalau aku tak punya alasan mengapa aku bermusuhan dengannya, apa aku perlu alasan untuk menjadi lebih dekat dengannya?

&&&&

"Oh my, is it okay for me to be like this?  Lost my mind
I’m falling for you, I must have lost my mind"
2NE1 - Falling in Love

&&&&

Hari-hariku setelahnya menjadi jauh lebih berwarna. Aku tak perlu ragu untuk menyebut namanya lagi. Akan kusebut dengan bangga, bahwa seorang Kang Hyuk Jin, bukanlah musuhku lagi.

Lalu, apakah saat ia membantuku menyusun rangkaian listrik, tertawa bersama walau bukan pada saatnya, membicarakan hal konyol, apa itu semua yang dilakukan musuh? Sama sekali bukan!

Dia punya selera musik yang sama denganku. Dia punya hobi dan bakat yang luar biasa. Kami menjadi semakin dekat secara perlahan namun pasti.

Entah mengapa, aku mulai merasa hal aneh. Hatiku selalu berdesir saat bersamanya. Aku merasa nyaman berada di dekatnya. Apa.. aku jatuh cinta? Aku tak berani mengungkapkan semuanya terlebih dahulu. Masa lalu tentang hubungan yang tak berjalan mulus membuatku lebih berjaga-jaga. Mengambil waktu cukup lama untuk menjadi pengamat lingkungannya.

Tapi.. semua sikap 'abaikan-perasaan-sendiri-utamakan-pengamatan' ku runtuh setelah benar-benar melihatnya menari di depanku. Aku bahkan tak bisa berhenti menutup mulutku dengan kedua telapak tanganku. Lantas aku berteriak pelan di antara kedua telapak tanganku. Berdecak kagum dan bertepuk tangan kala penampilannya selesai. Dan aku selalu tersenyum, setiap kali aku menutup mata dan membayangkan semuanya. Ah jinjja! Namja itu sudah merenggut tempat di benakku!
&&&&

"I couldn’t tell you how I felt back then
because I was so shy
I want you too now oooh uh
You, you"
Girl's Day - Don't Forget Me

&&&&

Dan.. percaya atau tidak? Beberapa bulan setelahnya, ia menyatakan perasaannya padaku. Jelas aku menerimanya! Aku bahagia..

Walau ia sempat membuatku merasa telah diangkat tinggi-tinggi, kemudian dihempaskan kembali ke bumi.

Tapi entah kenapa, walaupun jujur hatiku sakit, perasaanku padanya tak pernah luntur. Terkadang aku berdoa dan memohon, agar Tuhan melenyapkan perasaanku padanya dan membiarkannya bahagia dengan siapapun yang ia sukai. Namun perasaan itu tak kunjung lenyap pula.

Tapi siapa sangka bahwa akhirnya ia kembali lagi, tepat saat aku sudah benar-benar kelelahan menunggu dan kehilangan harapan. Aku hanya bisa tersenyum saat ia kembali. Tak ada sambutan. Tak ada ucapan 'selamat datang kembali'. Hanya menatapnya sendu. Menatapnya lelah. Dalam hati, aku berteriak keras, "kau kembali saat kau lelah? Kau pikir aku ini tempat peristirahatan?!" . Tapi hati nuraniku berbisik lembut namun cukup untuk membuatku terpengaruh. "Kau pikir perasaan itu topeng? Tak ada gunanya menutupi. Wajah aslimu suatu saat nanti pasti akan terlihat juga."

&&&&

“Especially for you
I wanna let you know what I was going through
All the time we were apart
I thought you
You’re in my heart
My love never changed
I still feel the same”
Mymp – Especially You

&&&&

Setiap saat, aku selalu memikirkannya. Aku sudah pernah menyukai beberapa namja-setidaknya ada 4-selama hidupku, namun tak ada yang membuatku jadi seperti ini. Aku love sick. Moodku jadi seperti roller coaster. Terkadang aku melambung tinggi. Merasa seperti melayang saat ia berada di dekatku. Namun terkadang turun dengan curam ke dasar saat hatiku dipenuhi rasa khawatir yang luar biasa. Dan aku baru menyadari sesuatu saat aku menyukainya, bahwa aku agak.. ehm.. posesif? Aku mulai berkecimpung ke dunia sastra. Menjadikan cerita dan puisi yang kubuat sebagai curahan hati. Ya percaya atau tidak, sebagian besar karya sastra yang kubuat beralaskan perasaan dan kisah nyata. Tapi ya.. untuk membuat pembaca berhasil membayangkan cerita berdasarkan genrenya, aku harus sedikit ‘meliarkan’ imajinasiku. Dibanding dengan semua genre, jujur, yang benar-benar menyita imajinasiku adalah genre romance.
Setiap kali aku membuat genre romance, aku selalu membayangkan bahwa seorang Kang Hyuk Jin adalah main cast namjanya. Terkadang aku tersenyum sendiri saat mulai mengetik atau menulis hasil imajinasi ‘liar’ ku itu. Tapi tak pernah terpikir olehku, bahwa dari sejuta adegan romance yang pernah kupikirkan, akan ada satu yang menjadi kenyataan.

Yaitu.. ia memelukku. Bukan hanya sekali! Tapi dua kali!

&&&&

“Once I look at you, I want to see you two more times
When I look at you two and three times, I want to hug you more
I can’t forget the soft touch, my face blushes
It’s so lovely lovely, I like you more and more”
A Pink – Mr. Chu

&&&&

Tak ada angin, tak ada hujan-well sebenarnya waktu itu agak mendung, abaikan- aku memutuskan untuk bertemu dengannya. Kami berjalan sambil beberapa kali bercakap-cakap. Kami melewati sebuah jalan kecil. Aku memilih jalan itu karena jauh lebih dekat. Hening melingkupi kami sejak pertama berjalan lewat jalan itu.

Tap. Tap. Tap.

Aku menengok ke belakang. Ia berada tepat di belakangku.

Tap.Tap.Tap.

Kini ia berjalan di sebelahku.

Tap

Aku merasa ada yang menyentuh pundakku. Aku menoleh melihat tangan itu. Tangannya.

....

Sedetik kemudian, aku tersadar. Kang Hyuk Jin tengah memelukku. Lalu aku sadar, lengannya melewati tulang selangkaku. Aku tercekik!
Aku menyingkirkan lengannya pelan. Tapi sungguh aku tercekik saat itu. Meski tercekik, aku tetap bisa tersenyum lebar saat mengingat-ingat saat itu. Tak terlupakan. Benar-benar tak terlupakan.

=-=-

Lalu, kesempatan lain. Aku baru saja pulang sekolah. Kebetulan saat itu tujuan kami searah. Aku memutuskan untuk pulang ke rumahku. Waktu itu ia belum dijemput, jadilah aku mengajaknya berkunjung(?) ke rumahku. Pertama, dia melihat-lihat koleksi burung peliharaan pamanku.
Kedua, dia duduk di sofa tempat aku duduk.
.
.
.
Ketiga, dia bergeser mendekatiku.
.
.
.
Keempat, de javu! Dia memelukku. Lagi. Kali ini lebih lembut. Aku merasa tenang dalam peluknya. Aku pikir pelukan seseorang bisa membuat hati tenang adalah sebuah mitos dan fiktif yang dibuat oleh para pendongeng sebagai bumbu ‘pemanis cerita’. Ternyata.. aku merasakannya sendiri. Aku benar-benar merasa tenang, setenang dalam pelukan eommaku-tolong abaikan, tapi ada benarnya juga.-

&&&&

“All I wanna do is just be with you
Even if time passes by, don’t fade away
Hold on to this moment
This is what I’ve been waiting”
2NE1 – Be Mine

&&&&

Uh well. Kalau para pujangga berkata bahwa cinta itu terkadang membingungkan dan sulit ditebak, itu benar! Bayangkan. Bagaimana mungkin dua orang yang bermusuhan, bisa menjadi dekat bahkan berhubungan? Entahlah. Aku tak mengerti. Namun aku bersyukur mempunyai seorang Kang Hyuk Jin bersamaku. Namja yang dulu saling bertukar ejekan denganku. Namja yang membantuku menyusun pararel listrik. Namja yang memiliki segudang bakat. Namja yang membuatku merasa tenang setiap kali bersamanya. Ya itulah dia. Jeongmal saranghaeyo, Kang
Hyuk Jin♥

&&&&

“I love you, I love you
All day, I keep thinking about you
All day, I just stare at my phone that’s not ringing
At thoughts of you, I can’t go to sleep at night
I think of you with the moonlight and I confess my heart”

2NE1 – I Love You

&&&&

Fin

No comments:

Post a Comment